Sunday, January 11, 2015

Jangan Lupa Kebudayaan Daerah! Atau Bencana Akan Terjadi

11 Januari 2015
Penulis: Fakry Naras Wahidi


Game Android yang telah saya nantikan sejak hampir dua tahun silam akhirnya rilis juga di Google Play. INheritage: Boundary of Existence, mungkin anda sudah tidak asing dengan game buatan Tinker Games ini. Hanya saja dalam pengembangan untuk versi Android, Tinker Games bekerjasama dengan Regalia Gameworks.

Pada artikel ini, saya akan mengulas game yang dikembangkan oleh developer game asal Bandung tersebut yang mana saya akan membandingkan INheritage versi Android ini dengan yang versi iOS-nya karena ada beberapa poin yang membuatnya berbeda, walaupun tidak sampai mengubah gameplay dan alur cerita dari game itu sendiri.

Game ini berkisah tentang Nala. Suatu hari ia dan sahabatnay Alya terbuhuh oleh Yaksa, mahluk mistis jahat yang ada di game ini. Hanya saja, Nala dapat diselamatkan oleh Rakya (mahluk pembasmi Yaksa) bernama Reta, setelah Nala menyetujui kontrak kramat dengannya untuk menjadi Arca.

Apa sih menariknya game ini?

Aksi pertempuran

Game bergenre side-scrolling shoot 'em up ini menyuguhkan pengalaman bertemur yang seru. Mengapa? Alasannya adalah gambarnya keren, penyuaraan saat menembak seru, ada Rakyan yang sangat membantu saat bertempur, senjata spesial yang variatif dan boss battle menantang.

Boss battle menantang
Serangan dari senjata spesial
Hanya saja, ada fitur yang kurang dari game ini jika dibandingkan dengan game dengan genre sejenis yaitu power up. Walaupun seperti itu, pemain dapat memilih jenis serangan (fokus atau berpencar) yang digunakan di fitur equip.

Dalam versi Android, hanya ada satu kali kesempatan untuk continue ketika seluruh nyawa Nala habis. Pengecualian apabila anda sudah like Facebook INheritage dan Tinker Games, maka jumlah continue akan bertambah dua.

Apabila kesempatan continue habis, maka permainan akan berakhir dan anda harus mengulang dari awal. Maksudnya benar-benar dari awal, ketika Nala dan Alya terbunuh di sekolah dan Nala bertemu pertama kali dengan Reta. Hanya saja, pencapaian yang telah didapat seperti senjata spesial, dan informasi di ensiklopedia tidak akan hilang.

Agar bisa memiliki banyak continue atau bahkan tidak terbatas, anda bisa melakukan pembelian continue yang merupakan micro transaction dari game ini.

Micro-transaction

Saya merekomendasikan agar anda membeli paket unlimited continue saja supaya tidak perlu khawatir lagi dengan batas continue. Selain mendapatkan continue yang lebih banyak, pembelian paket itu juga akan menghilangkan iklan yang mengganggu.

Pada versi iOS, tidak ada batasan continue seperti itu, karena sejak awal pemain harus membeli game ini terlebih dahulu.

Fitur pendukung

INheritage memungkinkan pemain untuk melakukan kostumisasi terhadap Nala dalam fitur equip mulai dari jenis serangan normal, senjata spesial, dan Rakyan yang mendampinginya.

Rakyan dan senjata spesial bisa didapatkan setelah menyelesaikan misi tertentu. Misalnya saja senjata Angklung yang sudah didapatkan ketika pemain menyelesaikan misi pertama di daerah Bandung. Sedangkan untuk mendapatkan Rakyan, pemain harus lenyelesaikan misi yang lebih sulit.

Pilih perlengkapan

Selain persenjataan, fitur pendukung yang terdapat pada game ini adalah ensiklopedia yang memuat informasi penting mengenai tokoh yang terdapat di INheritage antara lain sejarah Arca, Rakyan, Yaksa.

Ensiklopedia lengkap

Alur cerita dan artwork

Inilah yang paling luar biasa dari INheritage yang mana penceritaan kisah dikemas dalam bentuk visual novel. Teks berbahasa Inggris, naun narasi disulih suarakan dalam Bahasa Indonesia yang terbilang sudah cukup bagus, khususnya suara Nala yang sangat menggemaskan.

Cerita yang disuguhkan pada game ini juga mengandung pesan moral, seperti mengendalikan diri dan menjaga kebudayaan daerah agar tidak tenggelam dengan kebudayaan modern dan luar negeri. Di game ini sendiri, dikarenakan sudah banyak orang yang lupa akan kebudayaan daerahnya maka retakan mistis pun terjadi.

Sulih suara bagus

Retakan itu menjadi pintu masuk Yaksa untuk memporak porandakan dunia manusia. Menariknya, Yaksa yang berbahaya itu mengadaptasi tokoh-tokoh antagonis dari berbagai daerah di Indonesia seperti Pocong, Genderuwo, Jenglot, Sundel Bolong, Babi Ngepet, Palasik dan lainnya.

Sayangnya, saat dialog terjadi. Ekspresi karakter berganti secara perlahan, sehingga ada kalanya wajah dari sang karakter terlihat rata (polos). Hal sepele menurut saya, namun terlihat awkward saja ketika hal itu terjadi.

-***-

Demikianlah ulasan saya mengenai INheritage,

Secara keseluruhan, saya puas dengan apa yang sudah disuguhkan pada game ini, walaupun ada beberapa kekurangan yang mungkin dapat diperbaiki pada update mendatang.

INheritage versi Android dapat diunduh di sini.

No comments:

Post a Comment

Optimaks.com The Otaku OPTIMAKS design by Kaizen Template