Saturday, December 20, 2014

[DWC 2014] Grand Final Penuh Drama

20 Desember 2014
Penulis: Fakry Naras Wahidi


Ada 2 tim dari Indonesia yang berhasil lolos ke babak semi final yaitu EIN dan IdiocyFTW kemudian 2 tim dari negara lainnya yakni TGG dari Taipei dan Roommate dari Thailand.

Pertandingan pertama berlangsung antara EIN melawan TGG di mana kemenangan diraih oleh tim asal Taipei dengan perlawanan cukup berarti dari tim Indonesia. Pertandingan selanjutnya adalah antara IdiocyFTW melawan Roommate yang mana dengan mudah tim Indonesia bisa mengakhiri ambisi tim Thailand untuk melaju ke babak grand final.

Pada perebutan juara 3, EIN berjumpa dengan Roommate untuk memperebutkan hadiah USD 5.000. Sebagai mantan juara 2 DWC 2013, performa yang ditampilkan oleh EIN sudah cukup bagus, tapi tidak cukup baik untuk meraih juara 3 karena mereka harus takluk oleh Roommate dan puas sebagai juara 4.

Sebelum babak grand final dilangsungkan, sebelumnya ada pertunjukan dari brand ambassador PT. Kreon, Sensation Of Stage (SOS) yang membawakan 2 lagu, 1 lagu kofer dan 1 lagu andalan mereka Drop It Low versi Bahasa Indonesia. Pertunjukan yang mereka berikan sangat membuat suasana jadi lebih meriah.

Di bawah ini adalah video yang berhasil saya badikan.


Tibalah pada babak grand final, IdiocyFTW melawan TGG. Ketika kedua tim siap untuk bertanding, terlihat pihak Taipei mengajukan permintaan kepada panitia untuk mengganti posisi duduk peserta. Mungkin mereka beranggapan posisi duduk IdiocyFTW selalu ada di kanan panggung utama sehingga mereka bisa menang terus. Oleh karena itu, pihak Taipei meminta agar posisi IdiocyFTW dipindahkan ke sisi sebelah kiri panggung.

IdiocyFTW (kiri) - TGG

Sedikit berbincang dan berdiskusi antara panitia dengan IdiocyFTW, akhirnya mereka menerima permintaan pihak Taipei dengan ikhlas.

Pertandingan grand final antara IdiocyFTW melawan TGG berlangsung sengit, setiap tim menunjukkan kualitas terbaiknya sebagai Adventurers dan kelasnya masing-masing di DragonNest. TGG unggul dalam Wipeout Mode (one on one) sedangkan IdiocyFTW unggul pada Rounds Mode (team vs. team).

Kejar mengejar poin tidak dapat terelakkan hingga masing-masing tim mengantongi 2 poin dan panitia harus menyelenggarakan babak sudden death untuk menentukan pemenang dari DWC 2014 ini yang mana babak itu berlangsung dengan sistem Wipeout, permainan yang merupakan keunggulan dari TGG, Taipei dan merupakan kelemahan dari IdiocyFTW.

Harapan pasti ada untuk kemenangam IdiocyFTW, namun apalah artinya harapan apabila kenyataan berkata lain. Seperti yang sudah-sudah, Wipeout Mode tetap didominasi oleh TGG walaupun sorakan dukungan penonton lebih banyak diberikan kepada IdiocyFTW selaku tim tuan rumah.

Grand final DWC 2014 berakhir dengan TGG, Taipei sebagai juara dan mereka berhak atas hadiah utama USD 30.000 sementara IdiocyFTW harus puas sebagai juara 2 dengan perolehan hadiah USD 15.000 (lumayan itu, banyak banget untuk seusia mereka yang masih berstatus pelajar).

TGG, Taipei, juara DWC 2014
Dari kiri ke kanan:
IdiocyFTW, TGG, Roommate

Usai pertandingan, terlihat Ruth, komentator DWC 2014 yang merupakan juara Gemscool Comentator Contest, datang ke tempat duduk IdiocyFTW di mana ia terlihat terharu dengan kekalahan teman-temannya yang sama-sama tergabung dalam guild Night Fury itu.

Yah, walaupun sangat disayangkan. Tim Indonesia sudah mampu menunjukkan permainan terbaiknya dan bertahan hingga akhir pertandingan dengan menanpilkan pertarungan antar karakter yang sangat menegangkan. Pertandingan berkualitas yang membuat orang yang menyaksikan erbawa emosi, naik dan turun.

Baca juga:

Semoga saja, di tahun berikutnya tim Indonesa mampu menunjukkan prestasi yang semakin baik di kompetisi internasional, khususnya DragonNest World Championship.

Sampai jumpa di event gaming yang tidak kalah seru lainnya.

No comments:

Post a Comment

Optimaks.com The Otaku OPTIMAKS design by Kaizen Template