Thursday, December 25, 2014

Review Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno



Sekuel kedua dari film live-action yang diadaptasi dari manga berjudul Rurouni Kenshin atau dikenal juga dengan Samurai X ini berjudul Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno yang mana kisah pada film ini memiliki keterkaitan sangat  kuat dengan sekuel ketiganya, The Legend Ends.

Masih diperankan oleh aktor dan aktris yang sama dengan prekuelnya, Kyoto Inferno berkisah tentang samurain bernama Shishio Makoto. Samurai dengan masa lalu yang sangat suram itu memiliki rencana untuk menggulingkan pemerintahan Jepang di zamannya. Hal itu juga dilakukan olehnya untuk membalas dendam atas perlakuan pemerintah di masa lalu yang telah mengkhianati dirinya.

Pemilihan pemain dalam film ini sangat gokil, setiap pemain begitu menghayati perannya masing-masing. Bagi penggemar anime Samurai X, saya merasakan atmosfer yang sangat kental antara anime dengan live-action nya.

Hanya saja, durasi yang hanya 2 jam membuat penyampaian alur cerita terlalu cepat sehingga ada beberapa adegan yang terasa kurang tersampaikan. Selain itu, beberapa adegan di film ini juga disesuaikan dengan kondisi yang lebih nyata di mana hal itu menghilangkan beberapa adegan yang seharusnya jadi sangat epik apabila ditayangkan.

Adegan yang saya rasa kurang di film ini adalahmpada adegan Kenshin Himura melawan samurai di kuil, tempat ia mendapatkan katana bermata terbalik buatan pembuat katana tersohor (yang sudah meninggal) dari anak si pembuat katana itu.

Maaf spoiler alert. Seharusnya, samurai yang menghadapi Kenshin itu memiliki pedang fleksibel yang dapat digunakan untuk menghadapi lawan dari jarak jauh. Namun sayang, senjata dan adegan itu tidak ada. Padahal di anime-nya, itu adalah adegan super keren, anti-mainstrem, dalam pertarungan antar samurai.

Dari sisi pertempuran, saya menilai film yang ditayangkan eksklusif oleh Blitzmegaplex ini berhasil menyuguhkan suasana yang lebih keren dari prekuelnya. Kenshin yang lebih gokil, Sanosuke yang lebih brengsek, Aoshi yang sebenarnya keren banget tapi porsi tampilnya membuatnya agak nggak jelas, dan Saito yang selalu stay cool.

Karakter-karakter baru yang tampil pada film ini semakin membuat  film yang mulai tayang pada 10 September 2014 ini semakin seru untuk dinikmati. Sayangnya, kisah pada film ini sangat menggantung pada akhirnya, dan penonton akan menemukan kelengkapannya setelah menonton Rurouni Kenshin: The Legend Ends.

Kenapa tren film bioskop zaman sekarang jadi seperti serial televisi gini sih, males banget nunggu lanjutannya lama-lama. Bikin penasaran!

Skor 8/10

No comments:

Post a Comment

Optimaks.com The Otaku OPTIMAKS design by Kaizen Template