Tuesday, June 17, 2014

Review Game of Thrones Season 4


Kisah yang diceritakan pada film yang diadaptasi dari novel fantasi karya George R.R. Martin ini semakin seru saja. Selain dari kisahnya, pemandangan alam yang disuguhkan pun semakin beraneka ragam, mulai dari daratan yang indah, hancur, hingga lautan.

Ada bebearapa hal yang menjadi perhatian saya pasa musim keempat Game of Thrones yang mulai tayang di saluran televisi Amerika, HBO, pada 6 April hingga 15 Juni 2014 ini yang mana hal tersebut ada dalam pendapat yang positif dan negatif.

Peperangan semakin seru

Apabila pada musim ketiga peperangan sudah mulai marak. Nah, pada musim keempatnya ini, Game of Thrones menyuguhkan peperangan yang lebih luar biasa. Tentara Night's Watch melawan Wildlings di Castle Black (The Wall). Ditambahdengan ikutnya pasukan Stannis Baratheon dalam peperangan tersebut, makin gokil perangnya.

Peperangan itu bukan lagi antara tentara manusia lawan manusia saja, tapi juga manusia lawan raksasa. Selain itu, di tempat lain, Brandon Stark harus berhadapan dengan zombie.

Tentara Daenerys Stormborn semakin kuat

Dengan 8000 tentara Unsullied dan 2000 tentara Second Sons yang dipimpin oleh Daario Naharis, Daenerys memiliki kekuatan yang amat sangat kuat untuk menguasai kota-kota besar di Westeros atau The Seven Kingdoms. Hanya saja, pasukan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menyerbu King's Landing.

Mahluk mistis semankin nyata

Semakin banyak mahluk mistis yang menunjukkan dirinya pada  musim keempat ini. Apabila White Walkers dan Raksasa sedikit menampakkan dirinya pada musim ketiga, maka The Children baru menunjukkan diri mereka pada musim ini.

The Children adalah mahluk yang terilhat seperti anak manusia, mereka tidak akan tumbuh. Mereka memiliki kekuatan sihir yang dapat mengalahkan White Walkers. Sayangnya, mereka tidak banyak bepergian.

Tidak hanya mahluk mistis. Brandon Stark, adik dari Robb Stark yang lumpuh akibat terjatuh dari menara, ternyata ia memiliki kemampuan sebagai Warg. Hebatnya, tidak hanya dapat mengendalikan hewan, remaja yang akrab disapa Bran itu juga bisa mengendalikan manusia.

Naga tak dapat dikendalikan

Ukuran dari ketiga naga semakin besar, cukup besar untuk membawa seekor kambing terbang., membuat Daenerys semakin ditakuti. Sayangnya, naga tersebut sudah semakin sulit untuk dikendalikan — khususnya yang berwarna hitam — dan membahayakan rakyat yang dipimpin oleh Daenerys.

Awalnya hanya binatang ternak yang dibantai oleh napas api naga. Namun ada adegan yang menunjukkan bahwa naga hitam yang ukurannya paling besar dengan bentuk yang berbeda dari dua naga lainnya juga membakar seorang anak gadis hingga tinggal tulang belulang.

Hampir semua tokoh penting mati, gokil

Kematian-kematian mengejutkan dari pada tokoh penting pun semakin banyak. Beberapa tokoh yang awalnya saya rasa tidak akan mati, akhirnya mati juga. Cara mereka untuk mati pun aneh-aneh, bukan pada saat pertempuran tapi diracun, dipanah saat di kamar mandi, dan dibantai pada saat lengah.

Arah cerita tidak tertebak

Semakin banyak tokoh utama yang mati, semakin membuat arah dari film ini semakin tidak tertebak. Siapa lagi yang akan merancang dan memulai pertempuran, manipulasi politik, atau menjadi raja apabila tokoh-tokoh tersebut mati.

Apalagi Arya Stark luntang lantung tidak tau arah. Pada akhir episode, ia malah pergi ke Braavos, kota asal guru menari pedangnya, Syrio Forel, dan juga kota asal dari Jaqen H'ghar, pria misterius yang memberikan koin untuk pergi ke Braavos serta mengajarkan Arya kalimat Valar Morghulis.

Mana fan service-nya?

Yah, sedikit sekali fan service yang ditampilkan pada musim ini. Apabila ada pun, wanita yang tampil kurang menarik. Dari episode satu hingga sepuluh, mungkin tidak leih dari 10 adegan yang tampil. Tapi ya sudahlah, yang penting porsi perang dan pertarungannya semakin banyak.

-***-

Demikianlah ulasan saya mengenai film yang diadaptasi dari novel berjudul A Song of Ice and Fire. Seperti biasanya, film ini semakin gokil saya pada setiap musim barunya.

Sudah tidak sabar, kejutan apa yang akan ditampilkan selanjutnya, apakah naga Daenerys nantinya bisa ditunggangi atau berukuran sebesat kapal, entahlah. Mungkin juga Stannis Baratheon mampu menguasai kota King's Landing sebelum Daenerys mencapainya, mengingat Mother of Dragons itu sedang sibuk memerintah kota Meereen.

Musim kelima rencananya akan mulai tayang pada April 2015 mendatang.

Valar Morghulis. Valar Dohaeris.

Skor 9/10

No comments:

Post a Comment

Optimaks.com The Otaku OPTIMAKS design by Kaizen Template