Saturday, June 28, 2014

Review JoJo's Bizarre Adventure Eps. 1-6


Dio (kiri) dan JoJo

Pertama kali saya memiliki ketertarikan untuk menonton anime ini adalah ketika saya mengetahui ada video game berjudul Jojo's Bizarre Adventure: All Star Battle. Setelah itu saya baca informasinya di Wikipedia, ternyata video game tersebut merupakan adaptasi dari manga karangan Hirohiko Araki berjudul Jojo's Bizarre Adventure.

Jojo's Bizarre Adventure sendiri merupakan anime yang dibuat berdasarkan manga tersebut yang mana season pertamanya berkisah tentang Jonathan Joestar, dikenal juga dengan panggilan JoJo, pria dari keluarga Joestar yang memiliki saudara angkat bernama Dio Brando. Sayangnya, Dio memiliki sifat yang sangat buruk, sama seperti ayah kandungnya. Ia diadopsi oleh keluarga Joestar setelah ayahnya JoJo, George Joestar, merasa berhutang budi kepada ayahnya Dio.

Hari-hari JoJo berlalu dengan sangat menyedihkan karena tekanan yang dilakukan oleh Dio. Namun ia mampu bertahan hingga mereka tumbuh dewasa. Sayangnya, Dio memiliki hati yang serakah sehingga ia pun merencang alibi untuk membuat Gearge meninggal dengan cara memberikannya obat yang semakin membuatnya sakit parah. Untunglah JoJo mengetahui rencana busuk Dio sehingga ayahnya dapat terselamatkan.

Tampak dari luar, Dio adalah sosok yang sopan, baik dan bertalenta. Namun setiap kali berada berdua dengan JoJo, ia pun menunjukkan sisi gelap yang yang sangat menyebalkan. Rencana-rencana liciknya akan membuat penonton geregetan ketika satu per satu terungkap. Apalagi wajahnya itu selalu menunjukkan ekspresi licik yang cukup tenang.

Kebalikan dari Dio, JoJo merupakan pria yang urakan namum memiliki hati yang baik. Namun dengan berjalannya waktu, ia tumbuh menjadi pria sejati yang sangat menghargai orang lain, khususnya wanita. Sikap baiknya itu pun membuat seorang penjahat bernama Robert Edward O. Speedwagon yang tadinya ingin membunuhnya, berbaik menjadi sahabatnya.


Robert Edward O. Speedwagon

Kisah pada anime ini adalah tentang topeng batu (Stone Mask) aneh yang apabila terkena darah, topeng tersebut akan mengeluarkan semacam cakar yang dapat menusuk kepala penggunanya dan mengubah korban menjadi zombie jahat yang haus darah. Nah, Dio yang putus asa menggunakan topeng itu dan mengaktifkan kekuatan zombie dalam dirinya. Namun, apabila pengguna topeng terkena matahari maka ia akan hancur seketika. Kehidupan JoJo pun semakin mengerikan saat malam atau pada lokasi yang tidak terkena cahaya matahari.


Stone Mask

Untuk menghadapi kekuatan Dio yang mengerikan itu, JoJo berguru dengan tokoh bernama William Anthonio Zeppeli, seorang pria yang memiliki kekuatan yang disebut Hamon, kekuatan luar biasa yang dapat dihasilkan dengan mengatur pernapasan. Zappeli muncul secara mistrius ke hadapan JoJo ketika ia baru saja siuman dair pertarungan melawan Dio.


William Anthonio Zeppeli

Mengenai grafis, anime ini saya nilai memiliki gaya klasik dengan penampilan karakter pria yang sangat-sangat berotot, tinggi dan besar. namun mengenai bentuk tubuh itu, saya merasa anime ini sangat berlebihan. Yah, tidak bisa disalahkan juga sih karena anime ini hanya mengikuti manga-nya. Namun itulah yang membuat saya tertarik, jadi pemandangannya tidak umum seperti anime yang banyak beredar saat ini yang mana karakternya kurus-kurus dengan usia yang masih remaja.

Pose-pose yang ditunjukkan tokoh berotot di anime ini kadang terlihat jijik juga sih. Dengan bentuk tubuh seperti itu, mereka bergerak bisa dengan sangat gemulai atau menunjukkan pose yang kurang cocok apabila diperankan oleh manusia berotot. Namun kembali lagi, itulah yang membuat anime ini jadi menarik untuk diikuti. Walaupun serius, kadang hal itu bisa membuat saya tertawa mendadak.

Selanjutnya adalah hal yang menurut saya juga membuat anime ini berbeda dengan anime kebanyakan yaitu penyuaraan yang sangat bersemangan dan "manly" banget. Saat berbicara, mayoritas tokoh berbicara dengan nada yang tinggi. Bisa juga dibilang sambil teriak-teriak seperti itu. Pada beberapa adegan mungkin biasa, namun ketika dalam kondisi biasa-biasa saja yang tidak ada pertarungan sama sekali juga berbicara sambil teriak-teriak itu rasanya sangat berlebihan.

Yah, dari awal saya memang tertarik dengan anime ini selain karena ada video game-nya, juga karena hal-hal berlebihan itu. mengenai kemasuk akalan, mungkin saya harus melupakan apa itu dunia nyata. Disini kemasuk akalan mungkin menjadi nomor kesekian. Intinya adalah pertarungan yang sangat sengit, jurus-jurus mematikan serta pukulan telak dengan suara yang mantap.

Secara keseluruhan, anime ini sangat menarik untuk diikuti dan alur ceritanya tidak main stream. Bisa dibilang tidak masuk akan dan menampilkan beberapa adegan yang bisa dikatakan sadis seperti kulit yang terkoyak atau tubuh yang terpotong-potong, namun hal itu saya kira masih terbilang normal untuk ukuran anime yang diperuntukkan untuk remaja-dewasa.

Enjoy watching this anime, lebay dan manly banget.

No comments:

Post a Comment

Optimaks.com The Otaku OPTIMAKS design by Kaizen Template