Friday, May 2, 2014

Review Toscana, Pizza Express

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan gift voucher MAP senilai IDR 100 ribu dari doorprize acara press conference Dizzel Reload Indonesia yang diselenggarakan oleh Kreon Indonesia di salah satu pusat perbelanjaan di daerah Gandaria, Jakarta Selatan.

Voucher tersebut dapat saya gunakan untuk berbelanja produk MAP (PT Mitra Adiperkasa) apapun, misalnya Starbucks Coffee, Domino's Pizza, Pizza Marzano, ChatTime dan masih banyak lagi, termasuk produk fashion MAP.

Nah, dikarenakan tanggal 1 Mei adalah tanggal merah, libur Mayday maka saya mengajak adik-adik untuk makan di Pizza Marzano yang berlokasi di Pondok Indah Mall 2. Saat itu kami tidak menemukan lokasi pizza tersebut.

Namun saat bertanya pada security, ternyata Pizza Marzano telah berubah namanya menjadi Pizza Express. "Konsep tokonya beda, namun menunya masih sama," kata salah satu staff Pizza Express.



Desain restoran cukup minimalis, namun tidak meninggalkan kesan elegan dan nyaman. Kondisi meja bersih, hanya ada piring, garpu, pisau pemotong pizza dan iklan promo menu terbaru. Tidak lama kemudia pelayan langsung datang memberikan daftar menu dan kami pun memilih menu apa yang terlihat enak.

Bagi pengunjung muslim yang baru pertama kali datang ke restoran ini, sebaiknya tanyakan kepadapelayan, menu apa yang tidak mengandung bacon atau ham karena kedua bahan makanan tersebut adalah daging babi.

Setelah pilih sana sini dan bertanya kepada pelayan, kami putuskan untuk memiliki menu Toscana. Kata adik saya, "Pilih yang harganya paling mahal, kekurangan dari voucher nanti abang yang bayar."

Oh iya, Pizza Express tidak membeda-bedakan ukuran pizza-nya. Tidak ada ukuran small, medium atau large.



Setelah saya memberikan order, barulah pernak pernik meja seperti saus tomat, sambal, bubuk cabe dab alat pemecah merica diletakkan diatas meja. Sekitar 10-15 menit menunggu, sambil ngobrol dan mengomentari apa yang terlihat maka pesananpun datang, Toscana.

Saat pertama melihat pizza yang termasuk dalam menu Romana ini, lhooo kok ada daun-daun yang nampak seperti daun sirih. Namun saya tidak yakin kalau itu daun sirih karena bentuk dan rasanya tidak mirip sama sekali dengan daun sirih. Setelah mencari tahu, ternyata itu adalah daun basil atau dalam bahasa Indonesia merupakan daun kemangi, dengan bentuk yang lebih besar.

Diatas pizza juga terdapat bulatan-bulatan putih yang terlihat seperti whip cream, tapi setelah saya cari tahu, ternyata itu adalah baby mozzarella. Nampaknya saya masih harus banyak belajar mengenai bahan-bahan makanan nih. Menu yang satu ini saja membuat saya bingung, dan berfikir "Apa... ini yang saya makan, hahah."

Penggemar pizza biasanya menanyakan tentang ketebalan roti yang digunakan pada menu. Nah, Toscana dan sebagian besar atau bahkan seluruh menu yang ada di Pizza Express merupakan pizza dengan ketebalan roti yang sangat tipis. Saya rasa lebh tipis jika dibandingkan dengan Dominos's Pizza dan Pizza Hut Delivery.


Super tipis

Toscana berukuran cukup besar, dipotong 8 bagian. Kepadatan toping-nya pun tidak terlalu banyak. Pizza Express menyediakan pizza dengan desain yang minimalis. Mungkin, saya bisa menghabiskan satu loyang Toscana sendirian.

Bagi saya, menu di Pizza Express ini termasuk mahal. Namun hal yang harus sahabat master ketahui adalah bahan-bahan yang digunakan pada setiap menunya adalah yang terbaik. Saya merasakan kualitan bahan yang lebih baik dibandingkan pizza-pizza yang pernah saya rasakan sebelumnya, mulai dari keju mozzarella-nya, dagingnya dan beberapa bahan lainnya.

Terakhir adalah mengenai minuman. Minuman disini harganya juga mahal-mahal banget. Pizza Express juga menyediakan minuman sejenis wine dan beer, jadi sahabat Master yang muslim jangan pesan itu iya.

Dikarenakan saya datang bertiga, jadi untuk menghemat pengeluaran akhirnya kami putuskan untuk memesan NESTEA Lemon Tea (Refill). Nah, yang menjadi perhatian kami disini adalah refill-nya itu. Kalau tidak salah, ada 3 minuman yang saya ketahui dapat layanan refill.



Kami bertiga, jadi minuman juga harus 3 donk supaya kenyang. Nah, untuk memenuhi itu kami memanfaatkan layanan refill hingga 2 kali jadi masing-masing bisa minum satu gelas. 1 gelas saat kedatangan, 2 gelas lagi refill.

Secara keseluruhan, saya puas dengan Toscana. Rasanya enak dan berbeda dengan pizza di beberapa restoran lain. Hanya saja, untuk ukuran makan bertiga, nampaknya Toscana kurang memberikan kepuasan pada faktor kekenyangan. Mungkin lebih pas apabila sahabat master makan menu ini hanya 2 orang atau apabila lapar banget, sendirian.

Saat bayar tagihan, saya melihat ada pajak service sebesar 15%, "Wow, banyak juga pajaknya."

No comments:

Post a Comment

Optimaks.com The Otaku OPTIMAKS design by Kaizen Template