Monday, May 5, 2014

Review The Amazing Spider-Man 2


Anggapan saya saat ingin nonton The Amazing Spider-Man 2 adalah akan sangat membosankan dan menyita banyak waktu, dikarenakan desas-desus yang beredar mengatakan bahwa film itu sangat buruk. Namun dugaan saya salah, film yang disutradarai oleh Mark Webb dengan durasi sekitar 142 menit ini mampu menunjukkan aksi keren seorang superhero yang lincah, jenaka serta dibalut dengan kisah cinta yang dramatis.

Saya menonton film ini karena diundang oleh teman-teman dari MP Games dimana mereka juga memberikan saya merchandise dari game yang akan datangnya, Trinity Online. Nonton di XXI Gandaria City, teater IMAX 3D, pengalaman menonton film dengan aksi luar biasa seperti yang diperlihatkan pada film ini rasanya sangat nyata.

The Amazing Spider-Man 2 merupakan lanjutan dari film The Amazing Spider-Man. Tidak ada kaitan sama sekali antara trilogy Spiderman versi Tobey Maguire arahan Sam Raimi, dengan film ini. Totally differen, baik dari alur cerita dan kesan yang ditampilkan.

Kali ini Spider-Man akan berhadapan dengan Elctro, supervillain dengan kekuatan untuk mengendalikan arus listrik. Selain itu ia juga akan berhadapan dengan Green Goblin dan pada akhir film akan muncul juga Rhyno.

Para pemeran dalam film ini:
- Andrew Garfield (Peter Parker/Spider-Man)
- Jamie Foxx (Max Dillon/Electro)
- Dane DeHaan (Harry Osborn/Green Goblin)
- Emma Stone (Gwen Stacy)

Skor: 4 dari 5

Tanggal rilis: 30 April 2014

Sebagai film superhero, The Amazing Spider-Man 2 menampilkan kisah cinta yang sangat dramatis dan rumit antara Peter Parker dan Gwen Stacy. Putus nyambung pun tidak dapat dihindari. Walaupun seperti itu, mereka tetap memiliki rasa cinta yang kuat satu sama lain. Salah satu alasan hal itu terjadi adalah perasaan Peter yang dihantui oleh bayangan ayah Stacy dan pesan terakhir sebelum ia wafat.

Walaupun dikabarkan bahwa akan ada 3 supervillain yang akan dihadapi oleh superhero mampu mengeluarkan jaring laba-laba dari lengannya. Penjahat utama pada film ini adalah Electro, yang awalnya merupakan seorang pekerja di perusahaan Harry Osborn, Oscope bernama Max Dillon.

Max digambarkan sebagai sosok yang sangat terlupakan. Dengan kemampuan yang luar biasa untuk merancang jaringan listrik Oscorp, Max tidak banyak mendapatkan penghargaan dari atasannya. Bakna ia pun menganggap dirinya bukan siapa-siapa. Satu waktu, Max pernah diselamatkan oleh Spider-Man dimana saat itu merupakan hari terindah dalam hidupnya, saat Spider-man mengatakan bahwa ia adalah orang yang spesial.

Saat ia mengalami kecelakaan kerja dan mengubahnya menjadi Electro. Max menghadapi situasi yang rumit dan berencana untuk menghancurkan kota. Dalam situasi seperti itulah, sosok Spider-Man dianggap sebagai pihak yang juga ikut untuk menghancurkan dirinya.

The Amazing Spider-Man 2

Akting Jamie Foxx saat menjadi Max Dillon sangat meyakinkan. Kesan kesepian dan tidak dihargai sangat terpancar, namun ketika ia telah berubah menjadi Electro, kesan tersebut masih tetap terpancar namun sayangnya Mark Webb kurang memberikan kesan baru pada tokoh ini sehingga Electro terlihat kaku dan kurang aksi.

Selanjutnya adalah akting dari Harry Osborn, sekaligus cikal bakal Green Goblin. Ahli waris dari perusahaan Oscorp ini menampilkan peran yang cukup arogan sejak awal. Sahabat Peter saat kuliah ini mengidap satu penyakit langka yang diderita secara turun temurun oleh keluarganya bahkan ayahnya sendiri, Norman Osborn yang diperankan oleh Chris Cooper meninggal akibat penyakit tersebut.

Hubungan Harry dan Peter sangat akrab, hingga akhirnya Harry mengetahui yang sesungguhnya bahwa Peter adalah Spider-Man dimana hal tersebut juga masih berkaitan dengan penyakit yang diidap oleh Harry.

The Amazing Spider-Man 2

Kisah cinta superhero nampaknya selalu tidak berjalan seperti di film animasi Disney, bahkan Shrek masih memiliki kisah cinta yang jauh lebih baik daripada Peter dan Gwen.

Sebenarnya kisah cinta mereka hampir berakhir bahagia, seperti yang semua orang harapkan. Sayangnya ketika Electro dan Green Goblin menghancurkan kota, semuanya berubah. Situasi berjalan kacau. Walaupun Gwen adalah wanita kuat yang sangat membantu Peter dalam aksinya, namun Mark Webb mengambil keputusan yang sangat tega dimana ia memainkan perasaan penonton dengan mengambil keputusan yang sangat diluar dugaan.

Alur cerita di film ini sangat bervariasi. Mulai dari kocak, serius, cinta yang melelehkan hati hingga kesan dramatis yang tidak terfikirkan sebelumnya.

Apabila dikatakan ada kekurangan atau tidak, tentu saja saya menemukan kekurangan. Namun tidak terlalu bermasalah sih. Rhyno, ternyata sebuah kostum robit berbentuk badak dengan persenjataan super mematikan. Saya rasa itu terlalu berlebihan dimana Rhyno seharusnya adalah seseorang yang memiliki kekuatan kuat dari tubuhnya sendiri, bukan karena menggunakan kostum robot (koreksi saya jika salah).

The Amazing Spider-Man 2

The Amazing Spider-Man 2

The Amazing Spider-Man 2 juga menghadirkan Stan Lee, legenda komik Marvel sebagai cameo dimana perannya bisa dibilang tidak penting namun mampu memberikan kesan "Wow, ada Stan Lee" pada awal pemutaran film.

Walaupun hanya sebentar, namun kostum yang digunakan olehnya mampu membuat karismanya lebih terpancar. "We salute to you Stan Lee. You make my childhood full of imagination."

Apabila sahabat Master merupakan penggemar film superhero. Tidak ada salahnya untuk menyaksikan film The Amazing Spider-Man 2. Tidak perlu mendengarkan kata kritikus yang mengatakan bahwa film ini mengecewakan. Tonton sendiri filmnya dah rasakan apa yang sesungguhnya terjadi. "Awesomeness of Spider-Man, you'll really see him like in the comic book! Full of humor."

Mengenai kisah cintanya. Saya dibuat 3 kali menahan air mata.

The Amazing Spider-Man 2

No comments:

Post a Comment

Optimaks.com The Otaku OPTIMAKS design by Kaizen Template