Thursday, March 13, 2014

Review Need For Speed Movie


Apa yang anda pikirkan ketika mendengar film adaptasi dari video game ternama? Apabila saya diminta untuk mengutarakan pendapat maka hal pertama yang akan terfikirkan oleh saya adalah film tersebut kemungkinan besar akan sangat mengecewakan atau jauh dari harapan. Alasannya adalah ekspektasi yang terlalu besar berdasarkan video game yang laris tersebut.

Need For Speed, video game ber-genre racing yang sebagian gamers seluruh dunia pasti pernah memainkannya. Nah pada tanggal 13 Maret 2014 lalu saya dan tim Digital Eight kembali melakukan screening dari film yang akan datang. Kali ini adalah Need For Speed Movie, film adaptasi dari video game racing laris tersebut.

Bengkelnya terlilit hutang dan hampir bangkrut. Oleh karena itu Tobey Marshall memutuskan untuk menerima tawaran dari musuh bebuyutannya, Dino Brewster.

Sayangnya hal tersebut merupakan kesalahan besar yang menjadi awal kisah dirinya dituduh sebagai pencuri dan dijebloskan ke penjara. Untuk membersihkan nama baiknya, Marshall harus memenangkan ajang balapan yang bernama De Leon.

Para pemeran pada film ini:
- Aaron Paul (Tobey Marshall)
- Dominic Cooper (Dino Brewster)
- Imogen Poots (Julia Maddon)
- Scott Mescudi (Benny)

Nilai: 4 dari 5

Tanggal rilis: 14 Maret 2014

Saya akan mengulas film yang disutradarai oleh Scott Waugh dari sisi seorang gamer yang pernah memainkan beberapa judul video game Need For Speed, bukan dari "kacamata" kritikus film. Hal pertama yang saya rasakan saat menyaksikan film ini dalam bioskop 3D adalah film yang diproduksi oleh Walt Disney Pictures menampilkan apa yang ditampilkan di video game Need For Speed, khususnya untuk versi Undercover dan Hot Pursuit.

Diawali dengan balapan dengan menggunakan mobil tua rongokan yang masih memilii tenaga untuk melaju, kemudian kualitas balapan semakin meningkat hingga menggunakan mobil super. Hanya saja karakter yang dari para pembalap jalanan profesional itu kurnag bergitu berkarakter, terkesan amatir. Jika dibandingkan dengan para pembalap di Fast & Fourius maka para pembalap di Need For Speed Movie tidak ada ubahnya seperti para amatir yang mengendarai mobil super.

Keberhasilan dari film ini tidak lepas dari para peran pendukung seperti Scott Mescudi yang berperan sebagai Benny, seorang pria kulit hitam yang mampu mengendarai pesawat dan helikopter yang membantu Marshall dalam mengetahui jalur efektif pada saat balapan serta Imogen Poots yang berperan sebagai Julia Maddon, seorang wanita cantik berlogat British English dan kaya yang mendampingi Marshall dalam petualangannya menuju De Leon dengan mengendarai mobil Ford Mustang Shelby.


Imogen Poots (Julia Maddon)

Adegan kejar-kejaran dengan polisi pun tidak terelakkan. Momen yang diperlihatkan dalam adegan tersebut sangat persis dengan apa yang mungkin terjadi pada saat bermain video game Need For Speed. Ada banyak manuver tidak terduga yang menyebabkan tabrakan yang tidak terelakkan oleh mobil-mobil polisi yang terkecoh dengan manuver si peran utama.

Sayangnya kinerja mobil yang digunakan polisi tidak begitu tinggi dan kemampuan menyetirnya pun sangat amatir sehingga kesan polisi di film ini terkesan lemah dan anda pasti mengetahui akhir dari kejar-kejaran tersebut pasti dimenangkan oleh Marshall tanpa ada perlawanan berarti.

Sebagai gamer, saya memberikan skor 4 dari 5 atas kesesuaian antara apa yang ditampilkan di film denan video game, namun apabila dilihat dari "kacamata" kritikus film saya hanya dapat memberikan skor 3.5 dari 5 karena alur cerita yang ditampilkan pada film ini kurang kuat dan mendalam. Kualitas yang jauh berbeda dengan kompetitornya, Fast & Furious.

Hanya saja bagi penggemar film aksi dan balapan, pasti akan menyukai adegan dan manuver saat balapan terjadi. Sebagai penutup, saya memutuskan bahwa Need For Speed Movie merupakan film adaptasi video game yang sangat memuaskan.

No comments:

Post a Comment

Optimaks.com The Otaku OPTIMAKS design by Kaizen Template