Monday, February 10, 2014

Bermain VALA: Alpha di Kampung Daun, Destinasi Kuliner Asri dan Sejuk di Kota Kembang



VALA: Alpha adalah game ber-genre shooter yang dikembangkan dan dirilis oleh RogueCode untuk perangkat Windows Phone 8 dan anda dapat mengunduh game dengan tampilan grafis 3D ini secara gratis di Windows Phone Store. Game ini berukuran 69 MB dan benar-benar gratis, tanpa adanya layanan transaksi mikro di dalamnya.

Apabila umumnya pengembang menampilkan lawan berupa zombie, anda tidak akan menemukan mahluk lambat dan tidak berotak seperti itu pada game ini karena lawan yang harus anda hadapi adalah Llama. Latar belakang lokasi di VALA: Aplha adalah di kota New York, Rio dan Dubai yang telah hancur. Anda harus bertahan hidup dalam 6 level permainan yang tersedia.



VALA adalah singkatan dari Vicious Attack Llama Apocalipse. Mungkin pengembang game ini sudah bosan dengan segala macam game yang menampilkan lawan berupa zombie atau pengembang adalah kelompok yang penyayang hewan Llama. Entahlah. Apabila anda ingin merasakan sesuatu yang berbeda dalam mempertahankan diri saat kehancuran bumi. VALA: Alpha adalah game yang harus anda mainkan.

Berhubung saya mengunduh game tersebut saat akhir pekan. Bertepatan juga dengan ajakan bibi saya untuk wisata kuliner ke Bandung sehingga saya mengulas game tersebut saat menuju lokasi Kampung Daun, destinasi kuliner dengan tatanan alami. Mungkin anda sudah tidak asing dengan destinasi kuliner Bandung yang satu ini, namun tidak ada salahnya saya mengulas lokasi tersebut bagi pembaca yang belum tahu.



Perjalanan ke Bandung memakan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 2 jam apabila tidak macet. Dalam waktu yang panjang itu, saya menghabuskan waktu dengan bercanda dan berbincang dengan saudara yang lain. Selain itu, apabila obrolan sedang terhenti hal yang saya lakukan adalah bermain game yaitu VALVE: Alpha yang diselingi juga dengan bermain Hangman Pro di ponsel pintar NOKIA Lumia 520.

Saat kami sampai ke Kampung Daun. Saya kurang tahu mengenai alamat dari Kampung Daun ini. Hanya saja lokasinya tidak jauh dari Sapu Lidi dan Kampung Gajah. Hal yang harus dilakukan untuk dapat menikmati fasilitas di Kampung Daun adalah melakukan reservasi terlebih dahulu.


Pemandangan alami Kampung Daun


Untunglah kami datang saat jam 12.00 WIB sehingga belum banyak pengunjung yang berdatangan karena saat kami meninggalkan lokasi pada jam 14.00 WIB, antrian pengunjung di depan pintu masuk terlihat cukup banyak. Kami makan di saung terbuka yang terdapat di bagian atas Kampung Daun, tepatnya di Saung nomor 31. Untuk mencapai saung itu, kami harus meniti beberapa anak tangga karena lokasinya cukup tinggi (hampir di puncak Kampung Daun).

Kampung Daun dikelilingi oleh suasana yang sangat alami, udara yang sejuk dan pemandangan air terjun kecil yang indah. Sedikit norak, saya pun mengabadikan foto sebagai kenang-kenangan :P


Harus meniti anak tangga untuk sampai ke lokasi yang paling indah

Hal menarik saat kami sampai ke saung yang dituju adalah alas yang digunakan adalah busa empuk dengan beberapa bantal yang nyaman. Saat saya datang ke Kampung Daun ini, cuaca sedang hujan rintik sehingga suasananya grimis romantis dan suhu pun otomatis bertambah sejuk. Bagi orang yang sedang pacaran, mungkin suasana seperti itu akan menimbulkan sensasi lebih, hahah.

Sayangnya alas dan bantal pada saung tersebut terasa agak lembab. Mungkin karena efek dingin dan gerimis yang sedang terjadi. Untuk memanggil pelayan, Kampung Daun memiliki cara yang unik yaitu memukul kentongan yang tergantung di pojok depan saung. Tong tong tong, begitulah bunginya dan tidak lama setelah kentongan dipukul, pelayan pun datang mengambil pesanan kami. Kami memesan makanan yang tampak enak di daftar saji.


Saung yang nyaman

Saat menunggu sajian yang dipesan. Kami membicarakan banyak hal, khususnya yang konyol-konyol. Selain itu, kami juga melakukan foto-foto pemandangan sekitar dan bersama diri sendiri untuk megabadikan momen bahagia tersebut.

Sajian yang kami pesan akhirnya datang. Sajian yang pertama kali datang adalah teh poci hangat yang disuguhkan dalam tampilan menarik yaitu teko yang terbuat dari tanah liat diletakkan di atas gelas yang terbuat dari tanah liat juga. Aroma teh sangat wangi, namun terasa pahit saat diminum. Untunglah ada gula yang disajikan secara terpisah bagi anda yang lebih menyukai teh manis.


Teh poci hangat saat gerimis romantis

Rasa pada hidangan yang kami makan cukup enak, namun ada beberapa sajian yang rasanya kurang. Mungkin karena suasana sejuk, lalu saya pun sedang lapar setelah menempuh perjalanan Jakarta - Bandung selana 2 jam lebih maka makanan pun terasa lebih enak, khususnya pada hidangan Gurame Goreng dan Sop Guramenya.

Sajian lezat dengan suasana yang sangat sedddapp. Pengalaman wisata kuliner di Bandung yang sangat mengesankan. Setelah makanan habis, kami tidur-tiduran dan tidak lama kemudian kami bergegas untuk pergi meninggalkan lokasi indah itu. Secara keseluruhan, makanan yang ditawarkan pada tempat ini enak, dengan harganya yang relatif premium. Namun hal itu saya rasa setara dengan suasana yang diberikan di Kampung Daun ini.

Kampung Daun merupakan destinasi yang cocok bagi anda yang ingin merasakan ketenangan, melepas lelah dan penat. Bermain game disini juga sangat nyaman. Apalagi bersama dengan para saudara sepupu untuk menebak teka teki yang diberikan di Hangman Pro.

No comments:

Post a Comment

Optimaks.com The Otaku OPTIMAKS design by Kaizen Template