Saturday, December 21, 2013

Sejarah Singkat Munculnya Game Ber-genre Multiplayer Online Battle Arena


Saya sering banget mendengar anak-anak di warnet bilang "Yuk main DotA" seakan-akan DotA adalah sebuah game. Lalu saya juga pernah mendapat pertanyaan "Kok di Indonesia tidak ada publihser resmi DotA?" Saya agak bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut, karena memang tidak ada game berjudul DotA. Alasannya karena DotA bukan sebuah game, melainkan mod (modifikasi) yang terispirasi oleh salah satu map buatan modder di game berjudul StarCraft buatan Blizzard Entertainment.

Lalu apa hubungannya antara DotA dengan game ber-genre multiplayer online battle arena (MOBA)? Tentu saja hubungannya sangat erat, karena map DotA itulah alasan munculnya genre MOBA. Bermula Pada tahun 1998, perusahaan game Blizzard Entertainment merilis game ber-genre RTS dengan judul StarCraft beserta editing tool yang disebut dengan StarCraft Campaign Editor yang memungkinkan gamers-nya untuk membuat kreasi map untuk bermain game.


StarCraft Campaign Editor

Di antara banyaknya map yang, ada satu map yang sangat populer bernama Aeon of Strife (AoS) yang dibuat oleh modder (sebutan untuk orang yang membuat modifikasi dalam game) bernama Aeon64. Dalam map tersebut, gamers mengendalikan satu hero yang berjuang dalam 3 jalur.

Perkembangan map itu menjadi lebih sadis pada tahun 2002, saat Blizzard merilis game berjudul Warcraft III: Reign of Chaos dengan menyertakan Warcraft III World Editor yang memungkinkan gamers-nya untuk membuat map sesuai dengan kreatifitasnya masing-masing. Katika itu ada seorang modder bernama Eul berhasil mengkonversi AoS ke dalam engine Warcraft III dan menamakan map itu sebagai Defense of the Ancient (DotA).


Konsep Map MOBA
Kemudian Eul pun meningkatkan kompleksitas dalam memainkan map DotA, dibandingkan dengan versi asli AoS. Setelah membuat map DotA itu, Eul pun meninggalkan dunia mod. Tanpa diketahui siapa penerusnya, modder Warcraft III telah membuat banyak versi map berdasarkan map DotA dengan menambahkan variasi hero baru.

Tahun 2003, setelah Blizzard merilis Warcraft III: The Frozen Throne (game Warcraft III yang membuat map DotA dikenal di Indonesia), pembuat map bernama Meian membuat map yang pesis seperti DotA yang dibuat oleh Eul di Warcraft III: Reign of Chaos. Namun dengan mengkombinasikan seluruh versi map DotA yang ada saat itu, sehingga disebutlah DotA: All Stars. Map tersebut disatukan oleh modder bernama Steve "Guinsoo" Feak selama beberapa bulan, dan atas arahannya itulah maka map DotA menjadi yang paling diminati pada setiap kompetisi.

Setelah setahun berlalu, Guinsoo pun meninggalkan pengembangan DotA sehingga pekerjaanya saat itu diteruskan oleh asistenya, Neichus pada tahun 2005. Setelah pengembangan map selama beberapa minggu dan merilis beberapa versi baru, pengembangan DotA pun dialihkan ke modder bernama IceFrog, yang memberikan perubahan besar terhadap gameplay DotA. Perubahan itupun mendapat respon positif dari gamers sehingga menyebabkan jumlah pengguna forum DotA kala itu mencapai lebih dari satu juta.

Pada akhir tahun 2008, popularitas DotA membuat perusahaan game tertarik sehingga perkembangannya pun terus berkembang. Game yang muncul dengan gaya permainan seperti DotA antara lain Minions yang dikembangkan oleh The Casual Collective, Demigod yang dikembangkan Gas Powered Games, Heroes of Newerth yang dikembankan oleh S2 Games, dan League of Legends (LOL) dari Riot Games dimana perusahaan itu memperkenalkan LOL sebagai game ber-genre MOBA, yang mana perancangan LOL itu dikerjakan oleh Feak. Sebelum dibilang MOBA, game jenis itu dikatakan sebagai DotA Style, kloningan DotA, map AoS dan beberapa lainnya.


LOL, game pertama yang mendeklarasikan diri sebagai MOBA

Pada tahun 2009, IceFrog dipekerjakan oleh Valve Corporation untuk melajutkan pengembangan DotA: All Stars. Setahun kemudian, Valve mengumumkan kehadiran DOTA 2 dan mengamankan brand tersebut sebagai kekayaan intelektual. Namun, Valve tidak memperkenalkan DOTA 2 sebagai MOBA, melainkan sebagai action real-time strategy (ARTS) karena IceFrog tidak begitu menyukai istilah MOBA. Nah, DOTA 2 inilah yang merupakan satu game, bukan mod lagi.


Sayang banget nih Blizzard seakan-akan kecolongan gitu sama Valve. Namun, Blizzard tidak tinggal diam, karena perusahaan itu pun telah mengumumkan sebuah game ber-genre MOBA yang masih dalam pengembangan dengan judul Heroes of the Storm pada BlizzCon 2013. Game tersebut merupakan kombinasi dari seuruh games buatan Blizzard antara lain Diablo III, StarCraft II: Heart of the Swarm dan beberapa lainnya, dengan karakter-karakter antara lain Arthas, Kerrigan, Diablo dan beberapa lainnya.

Trailer dan bocoran gameplay Heroes of the Storm bisa anda lihat pada video di bawah ini.


Trailer


Gameplay

Sekedar informasi saja, DotA adalah singkatan dari Defense of the Ancient, bukan Defender of The Ancient. Penulisan singkatannya pun harus D besar, a dan t kecil, serta diakhiri dengan A besar. Sedangkan untuk DOTA 2, penulisannya harus hurup kapital semua, dengan tambahan angka 2 di akhirnya. Satu lagi, genre MOBA ataupun ARTS, intinya sih sama saja. Namun, MOBA itu lebih spesifik ke map yang seperti DotA gitu deh, sedangkan ARTS lebih luas.

2 comments:

  1. mantap penjelasannya lengkap.. terima kasih

    ReplyDelete
  2. oh iya kalau boleh tau siapa yang menulis ini ya? boleh tolong dicantumin namanya?

    ReplyDelete

Optimaks.com The Otaku OPTIMAKS design by Kaizen Template