Wednesday, January 9, 2013

Sejarah Kepemimpinan Raja Tristan

Rune Midgard sudah dipimpin lebih dari seratus tahun oleh keluarga kerajaan. Maksudnya adalah kekuasaan tahta selalu diteruskan dari keturunan Raja sebelumnya ke ahli waris. Selama masa kekuasaannya, hubungan antara rakyat dan keluarga kerajaan selalu damai. Kesejahteraan pun selalu memberkati Rune Midgard.

Sekitar 300 tahun yang lalu, pangeran Tristan I menggantikan posisi ayahnya yaitu Raja Bougard IV untuk menjadi Raja. Penyerahan tahta dilakukan setelah Tristan menikah dan mendapatkan keturunan, yaitu Tristan II.

Tristan I memimpin KErajaan RUne Midgard sampai umur 95 tahun, hingga pada akhirnya dia menyerahkan tahta kepada Tristan II. Selama masa kepemimpinannya, Raja Tristan I telah menjaga kedamaian dan kenyamanan di kerajaan Rune Midgard dengan baik, namun semua berubah ketika dia wafat.

Raja Tristan II membebankan pajak kepada semua rakyat dalam daerah kekuasaan Kerajaan Rune Midgard, bahkan pajak juga dikenakan untuk barang yang masuk atau keluar kerajaan.

Awalnya, masyarakat tidak nyaman dengan pajak itu, karena memang itu bukan kebiasaan dari pemerintahan Raja sebelumnya. Tetapi lama kelamaan, kesejahteraan penduduk semakin meningkat sehingga pada akhirnya mereka terbiasa dengan keadaan seperti itu.

Raja Tristan II jatuh cinta kepada putri Raja kota Amatsu. Dia berencana untuk menikahi putri tersebut. Namun, tidak mudah untuk mendapatkan seorang Putri apalagi dari keluarga terpandang, sehingga Raja Tristan II menggunakan zeny dari pajak Rune Midgard untuk mendapatkan putri Amatsu itu dan akhirnya dia pun berhasil. Hal itu membuat Tristan II hampir jatuh bangkrut.

Pada situasi krisis, pajak yang diberikan kepada penduduk Rune Midgard semakin tinggi. Pajak yang tinggi itu berlangsung hingga setahun dan pada tahun yang sama, Tristan II mendapatkan anak dari pernikahannya yaitu Tristan III.

Pada ulang tahun Tristan III, penduduk Rune Midgard yang berada di ibu kota Prontera berevolusi (berontak) dan mereka juga dibantu oleh para anggota dari Akademi Ksatria untuk menyerang Kastil Valkyrie.

Para ksatria itu bahkan melupakan tugas untuk menjaga keamanan Rune Midgard, karena mereka juga merasa bahwa perbuatan Raja Tristan II sudah keterlaluan sehingga membuat rakyat sengsara.

Para ksatria itu memaksa Raja Tristan II untuk mengurangi jumlah pajak yang dibenakna kepada rakyat dan menandatangani perjanjian sebagai simbol keputusannya. Dengan sangat terpaksa, Tristan II menandatangani perjanjian itu dan semuanya kembali seperti semula, bahkan semakin hari semakin baik.

Raja Trisyan II wafat ketika berumur 70 tahun dan menyerahkan tahta Rune Midgard kepada Tristan III (anaknya sendiri).

Ketika Raja Tristan III memerintah Rune Midgard, dia berhasil mengembalikan kepercayaan dari para penduduk terhadap keluarga kerajaan untuk memimpin Rune Midgard. Pada akhirnya, hubungan antara keluarga kerajaan dan rakyat kembali harmonis.

Mungkin situasi pada cerita ini mirip dengan keadaan di beberapa negara di dunia nyata, mungkin juga di negara kita tercinta Indonesia. Semoga ada pemimpin yang bisa membebaskan rakyat dari kekacauan dan penderitaan seperti sosok Raja Tristan III dan kita semua bisa seperti penduduk Rune Midgard yang bersatu untuk melawan pemimpin yang menyengsarakan rakyat.

Happy RO ^o^

No comments:

Post a Comment

Optimaks.com The Otaku OPTIMAKS design by Kaizen Template