Tuesday, January 1, 2013

Kandidat Penerus Tahta Rune Midgard

Raja Tristan III telah wafat, terjadilah kekosongan tahta di Rune Midgard. Tentu saja masalah itu, bisa berakibat buruk untuk keamanan di Rune Midgard karena dikhawatirkan terjadi kerusuhan akibat perebutan tahta tersebut. Mencegah hal buruk terjadi, pihak kerajaan segera mengadakan pemilihan penerus tahta untuk memutuskan siapa yang seharusnya menjadi penerus Raja Tristan III, agar kesetabilan politik dan keamanan di Rune Midgard tetap terjaga.


Kastil Valkyrie
berlokasi di kota Prontera, ibu kota Rune Midgard

Kota kekuasaan Rune Midgard, yaitu:
  1. Prontera - ibu kota Rune Midgard
  2. Geffen
  3. Alberta - kota pelabuhan
  4. Payon
  5. Izlude - kota pelabuhan
  6. Comodo
  7. Morrocc
  8. Umbala

Saat ini Rune midgard sudah melakukan perjanjian damai dengan 2 kerajaan seberang yaitu Schwaltzvalt Republic (kerajaan yang memiliki industri yang besar) dan Arunafeltz (kerajaan yang sangat religius).


Ksatria
orang yang mendampingi Tristan III saat dia wafat

Pemilihan penerus tahta adalah konspirasi tingkat tinggi yang terjadi di Rune Midgard, karena dari sinilah masa depan kerajaan akan ditentukan. Tidak boleh salah dalam memilih pemimpin. Oleh karena itu, diperlukan petualang yang sangat pintar, jujur dan dapat menilai kepriadian orang lain untuk segera menyelesaikan tugas itu.


Juxtapose~
anggota Royal Guard yang mendesak agar Raja baru
segera ditentukan

Banyak yang mendesak pemerintahan untuk segera menentuka Raja baru, maka departemen keamanan segera melakukan pencarian kandidat Raja selanjutnya yang terdiri dari beberapa pangeran terbaik Rune Midgard, agar situasi tidak bertambah buruk.

Hanya saja mengumpulkan para pengeran itu tidaklah mudah, diperlukan penjagaan ketat untuk memastikan mereka aman ketika sampai di kota Prontera. Maklum saja, kerajaan Rune Midgard dikelilingi oleh hutan yang didiami oleh Orc, Goblin dan hewan-hewan buas lainnya.


Meminta bantuan Morrocc Continental Guard
untuk mengawal kandidat dari beberapa kota
di Rune Midgard

Untuk mengiringi rombongan pangeran dari kota asalnya, maka dibuatlah kesepakatan dengan Morrocc Continental Guard cabang kota Prontera. Ketika sudah mencapai kesepakatan antara 2 beah pihak, maka salah seorang ksatria diberikan perintah untuk segera menemui Kapten Continental Guard untuk konfirmasi lebih lanjut.

Perjalanan Ke Morrocc
Sang ksatria pergi bersama tunggangan kebanggaanya, dengan kecepatan penuh. Kecepatan yang lebih dahsyat daripada angin, karena dia menggunakan Gryphon yang bisa terbang. Hewan buas pun tidak ada yang berani menghadang, karena penampilan dari tunggangan ksatria itu sangat besar dan gagah, ditambah dengan Armor khusus yang membuatnya lebih gagah dan berbahaya.

Situasi Kota Morrocc
Sesampainya di kota Morrocc, keadaannya sangat kacau, beredar desas desus bahwa Satan Morrocc lepas dari belenggu segel kuno. Tetapi pemilihan kandidat lebih mendesak. Ksatria utusan segera menemui Kapten Continental Guard di kota Morrocc untuk meminta bantuan.


Kesepaktanya sama,
ksatria harus menjadi sukarelawan ketika misi tersebut selesai
jadi dia langsung menandatangani kontrak
untuk menjadi sukarelawan

Setelah berbicara kepada Kapten dan menandatangani kesepakatan, maka ksatria itu kembali ke kota Prontera. Lalu langsung menyampaikan kepada penyampai pesan (Messenger) untuk memberitahukan bahwa kerjasama dengan Morrocc Continental Guard sudah berhasil dilaksanakan.


Berbicara kepada penyampai pesan
menyampaikan berita bahwa kerjasama dengan Morrocc sudah disepakati
kandidat segera dijemput

Penyampai pesan itu mengatakan agar berita tentang kematian Raja Tristan III dan pemilihan kandidat penerus tahta harus dirahasiakan, hingga penerus selanjutnya diputuskan.

Dibentuknya Tim Penilai
Setelah berbicara dengan penyampai pesan, bahwa kerja sama untuk mengumpulkan para kandidat Raja baru selesai. Maka dibentuklah Tim Penilai kandidat, salah satu Tim Penilai adalah ksatria yang membuat kesepakatan dengan Morrocc Contitental Guard tersebut. Lalu dia diperintahkan untuk menemui Inspektur yang terletak di dalam Kastil Prontera.


Ksatria dipilih sebagai salah satu juri
untuk memilih kandidat penerus Raja karena dinilai kompeten
dalam mengenilai karakteristik orang lain

Pemilihan Raja baru saat ini berbeda dengan yang sebelumnya, jadi tidak semudah ketika perpindahan Raja Tristan II ke Tristan III, hal tersebut disebabkan kekacauan yang timbul akibat kebangkitan dari Satan Morrocc, jadi hanya petualang yang berpengalaman sajalah dan kompeten saja yang boleh menilai kandidat Raja baru. Seluruhnya ada 7 kandidat dari keluarga bangsawan yang terpilih.

Bertemu Dengan Para Kandidat
Setelah berbicara dengan Inspector, dia memberitahukan bahwa ada 7 kandidat yang harus dinilai oleh Tim, dia juga memberikan pengarahan kepada para Penilain agar memberikan penilaian sebijak-bijaknya supaya yang terbaiklah yang terpilih untuk menggantikan Raja Tristan III.

Para Tim Penilai diperintahkan untuk menemui penjaga yang berada di ruang Medis (ruang sebelah kanan dari Inspector), karena para kandidat tidak bisa sembarangan keluar masuk kerajaan. Tim juga diharapkan bisa menjaga sikap ketika bertemu para kandidat, karena mereka semua adalah para pangeran terpilih dari keluarga bangsawan.


Meminta Penjaga untuk mengantarkan ksatria
untuk menemui semua kandidat

Untuk menuju ke tempat para kandidat, Tim harus melalui pintu rahasia yang dijaga ketat oleh para penjaga.


Memasuki pintu rahasia
untuk menemui ke-7 kandidat penerus tahta

Ada banyak pintu di lorong yang sangat panjang itu, Tim memutuskan agar menilai dari pintu yang paling pertama, agar memudahkan dalam proses pencatatan data (berurutan).
  1. Pangeran Erich
    Salah seorang tim yaitu ksatria berbicara dengan pangeran dan menanyakan namanya.


    Hanya berisikan pangeran dan ajudannya saja
    ruangan yang sangat sunyi

    Pangeran itu adalah Erich, salah satu penerus dari keluarga Nerius. Erich tidak banyak bicara, dia menyuruh ksatria itu berbicara kepada ajudannya saja untuk mengetahui latar belakangnya lebih jelas.


    Berusaha berbicara dengan Erich
    walaupun sepertinya dia tidak begitu tertarik dengan percakapan tersebut

    Setelah berbicara dengan Erich, ksatria melanjutkan berbicara kepada ajudannya yang bernama Hans. Dia berkata, "Pangeran adalah orang yang sangat eksentrik dan tidak perduli dengan lingkungan sekitar dan hal-hal yang berbau kerajaan, bahkan Erich juga tidak membawa baju kebangsawanannya". "Yang pangeran sukai hanya membuat kunci dan gembok" tambah Hans. Bahkan di hari pernikahanya saja, pangeran menulis di diary bahwa "Tidak ada yang spesial pada hari ini".

    Hanya keterangan seperti itu yang diterima oleh ksatria, setelah itu dia diminta untuk menilai, layak atau tidak Erich untuk menjadi penerus tahta.

  2. Pangeran Urugen
    Setelah berbicara dengan Erich, ksatria melanjutkan untuk berbicara kepada kandidat selanjutnya yang berada di sebelah rungan pangeran Erich. Entah apa yang dilakukan oleh anggota Tim yang lainya, tampaknya mereka begitu santai di ruangan sebelah.

    Dia adalah pangeran Urugen, seseorang yang narsis tingkat DEWA. Dia hanya sibuk memuji diri sendiri yang memiliki wajah dan tubuh yang indah ketika diajak bicara, walaupun memang kenyatanya seperti itu.


    Ksatria sedikit tersinggung dengan ucapan dari Urugen
    yang menyebut bau tubuhnya membuat sesak nafas

    Tetapi Urugen mengatakan bahwa bau dari ksatria (tim penilai) membuatnya sesak nafas, dan menyuruhnya segera pergi dari ruangan tersebut ketika semua pertanyaan selesai dijawab. Bukan sikap yang sopan untuk ukuran seorang pangeran yang akan menjadi pewaris tahta Rune Midgard.

  3. Pangeran Eigen Ahrum
    Karena emosi setelah berbicara dengan Urugen, ksatria itu (mana Tim lainnya, OMG) segera masuk ke ruangan selanjutnya yaitu ruangan pangeran Ahrum dari keluarga Walter. Dia adalah pangeran yang tumbuh dalam keluarga yang keras. Sering mendapatkan omelan dan sering bolos sekolah (bukan perilaku yang baik, jangan ditiru anak-anak).


    Ahrum mengatakan bahwa kandidat terbaik untuk naik tahta
    adalah pangeran Ernst

    Dia berkata bahwa tidak ada kandidat yang bisa meneruskan tahta dengan baik, kecuali pangeran Ernst. Dengan bersemangat, Ahrum menjelaskan semua kelebihan Ernst, hingga pengalamanya bersama dengan pangeran tersebut sewaktu kecil.

    Bosan dengan curhatan Ahrum yang begitu panjang dan antusias, maka ksatria memutuskan untuk meminta ijin pergi untuk menilai pangeran lainya. "BUNUH AJA GUEEE, kalau disuruh mendengarkan curhat selama itu", ucapnya dalam hati.

  4. Pangeran Helmut
    Ksatria itu penasaran dengan rekomendasi dari Ahrum mengenai pangeran Ernst, tetapi kali ini giliran untuk menilai pangeran Helmut dari keluarga Roewenburg, karena ruanganya lebih dekat dengan lokasi ksatria saat ini. Ternyata dia termasuk pangeran yang sudah tua (kasihan sekali, sudah tua tetapi belum naik tahta). Helmut juga orang yang tidak ramah dan sangat menyukai pertempuran. Dia sempat mengatakan "Ingin menaklukan dunia dibawah kepemimpinan Rune Midgard, dan memusnahkan semua monster yang membahayakan umat manusia".

    "Perdamaian = Perang, ini bukan suatu keputusan yang baik", kata ksatria dalam hati.


    Kaget melihat penampilan dari Helmut,
    ternyata dia adalah pangeran yang sudah tua

    Sepertinya Helmut sangat tidak cocok untuk menjadi Raja, karena ambisi yang menginginkan peperangan. Sementara itu, dia juga seorang peminum yang tidak pantut untuk dicontoh oleh anak-anak. Helmut pun menyuruh ksatria untuk segera meninggalkan ruangan jika sudah tidak ada lagi yang perlu ditanyakan.

    Lagi-lagi diusir secara tidak ramah.

  5. Pangeran Ernst
    Akhirnya tiba juga giliran untuk pangeran Ernst dari keluarga Geoborg, ksatria sudah tidak sabat untuk mengetahui bagaiman kenyataan sebenarnya dari ucapan Ahrum sebelumnya. Ernst adalah pangeran yang dibesarkan dalam kesederhanaan, dia suka belajar dan berhubungan dengan msayarakat. Ernst berkata, "Raja itu memiliki keterbatasan kekuasaan dan lebih baik berfikir bersama daripada hanya sendirian".


    Ksatria disambut dengan sopan oleh pangeran Ernst
    hanya pangeran ini yang menyambutnya dengan senang hati

    Kelihatanya dia adalah orang yang sopan dan bijaksana. Pantas saja Ahrum merekomendasikan pangeran Ernst sebagai penerus tahta berikutnya.

  6. Pangeran Poe
    Salah satu kandidat yang menyukai petualangan. Namanya adalah pangeran Poe dari keluarga Richard. Sebelum berhasil membuatnya berbicara, ksatria harus menebak katru dan menang 2 kali berturut-turut (sumpah deh, Tim lainya hanya santai-santai saja, tidak mengerti kenapa mereka bisa terpilih sebagai Tim Penilai, sehingga ksatria itu hanya bekerja sendirian).

    Pangeran Poe hanya mau berbicara dengan orang yang memiliki intuisi kuat. Untung saja tangan ksatria itu sedang wangi (termasuk ksatria yang memiliki LUK besar) jadi tanpa salah sedikit pun, dia bisa lolos dari tes pangeran Poe tersebut.


    Poe memiliki keinginan untuk menghapuskan keterikatan masyarakat Rune Midgard terhadap peraturan. Karena dia lebih menyukai kebebasan daripada pengekangan. Karena sejak kecil, Poe hidup dalam keluarga yang sangat konserfatif dan tidak flexibel untuk urusan kehidupan sehari-hari.

    Dia berpendapat bahwa "Masyarakat harus bisa menjalani kidup sesuai dengan keinginanya, jadi tidak boleh ada pengekangan dalam kerajaan ini".

  7. Pangeran Peter
    Sekarang adalah kandidat yang terakhir, pangeran Peter. Dia terlihat sangat dewasa dengan jenggot di wajahnya. Peter berpendapat bahwa "Masyarakat harus diberikan kebebasan untuk menjalani kegiatannya, jadi kerajaan tidak boleh mengekang masyarakat dengan kekuasaan yang dimiliki". Pendapat yang serupa dengan pangeran Poe.


    Perbincangan berlangsung dengan hangat
    sampai-sampai pangeran Petet mencurahkan isi hatinya kepada ksatria

    Setelah selesai berbicara, tiba-tiba ketika ksatria ingin pergi, Peter curhat mengenai kenapa dia memelihara jenggot. Dia mengatakan bahwa ada gadis di kota Al De Baran yang berpendapat bahwa wajah pangeran Peter sangat kaku (tanpa jenggot), sehingga gadis itu menyarankan agar pangeran memelihara jenggot agat terlihat lebih elegan dan dewasa.


    Karena saran dari gadis itulah sekarang Peter merasa lebih baik dengan penampilan barunya. Oleh karena itu, Peter meminta bantuan ksatria untuk memberikan karangan bunga (Bouquete) kepada gais tersebut.

    "AAAKH kerjaan baru...", katanya dalam hati.

    Karangan Bunga Dari Peter
    Ternyata ksatria itu termasuk orang yang sangat so sweet, jadi mendapatkan perintah untuk memberikan rangkaian bungan untuk seorang gadis di Al De Baran, membuatnya sangat bersemangat walaupun dalam hati agak tertekan. Tanpa basa basi, dia langsung menuju Al De baran dengan mengendarai Gryphon (maklum buru-buru).

    Setelah sampai di Al De Baran, ksatria itu lupa menanyakan ciri-ciri dari gadis yang dimaksud. Oleh karena itu, dia menanyakan kepada setiap gadis di sana, apakah mengenal Peter atau tidak. Pada akhirnya dia bertemu dengan gadis kecil yang sedang merenung di Cafe, dengan basa basi tingkat DEWA, ksatria itu lalu bertanya apakah dia mengenal Peter.

    Ternyata gadis itu langsung mengiakan kalau dia kenal dengan Peter, lalu terjadilah curhat yang berkepanjangan, sementara ksatria tersebut menahan ngantuk sambil memasang wajah tersenyum, agar gadis itu tidak kecewa.

    Untuk mempersingkat waktu, ksatria langsung memberikan karangan bunga dari Peter kepada gadis kecil itu. Dia terlihat sangat senang dan berterima kasih dengan hadiah kecil dari pangeran Peter.


    Gadis itu sangat senang sekali
    dia segera pulang untuk meletakan bungan tersebut di vas

    Karena situasi sedang sangat mendesak, ksatria langsung kembali ke pangeran Peter untuk melaporkan bahwa permintaanya sudah diselesaikan dengan baik dan gadis kecil itu mengucapkan terima kasih kepada Peter atash hadiah yang diberikan.


    Peter sangat berterima kasih atas bantuan dari ksatria,
    sebagai ucapan terima kasih, Peter memberikan Gift Box

    Tidak menyangka, pangeran memberikan hadiah berupa kotak yang berisi hadiah kepada ksatria itu. Sekotak Gift Box mungkin berisi hadiah yang sangat bagus, tetapi tidak tahu apa yang sebenarnya ada di dalamnya. Untuk kenang2an, ksatria tidak ingin merusak hadiah tersebut, dan tetap menyimpanya dengan baik.


    Hadiah yang diberikan Peter
    kepada ksatria


Semua pangeran sudah dikunjungi, walaupun Tim Penilai yang lain tampak tidak bekerja sama sekali. Sepertinya ada yang aneh dengan gerak gerik dari mereka, seakan-akan penerus tahta sudah diputuskan.

Penilaian Yang Sangat Sulit
Ksatria selesai dan membuat laporan tentang siapa sebenarnya yang lebih cocok untuk meneruskan tahta kerajaan, untuk diberikan kepada Inspector.

Dalam laporan tersebut ada 2 kandidat yang diputuskan cocok sebagai penerus tahta, mereka adalah Ahrum dan Ernst. Oleh karena itu, Inspector memerintahkan untuk bertanya sekali lagi kepada mereka. Ksatria itu menuruti saran dari Inspector dan memutuskan untuk masuk ke ruangan pangeran Ahrum untuk mengetahui lebih jauh mengenai dirinya.


Berbicara kembali kengan Ahrum
dia lebih tertarik untuk bicara tentang pangeran Ernst

Setelah berbicara dengan Ahrum, ksatria menutuskan untuk kembali ke ruangan pangeran Ernst untuk melakukan penilaian lebih lanjut. Apakah Ernst dan Ahrum memiliki persaabatan yang begitu kuat.


Ernst tidak banyak bicara
iya sudah tidak apa-apa

Merasa tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai Ernst, ksatria itu kembali ke ruangan Ahrum, untuk menggali informasi yang dibutuhkan. Karena Ahrum dianggap sebagai orang yang sangat mengenal Ernst dengan baik dah tampak bisa dipercaya, jadi kemungkinan besar Ahrum akan memberikan informasi yang sebenar-benarnya kepada Tim Penilai (walaupun ksatria itu bekerja sendirian).

Perjanjian Ahrum dan Ernst
Ksatria (Tim Penilai) terkejut mengetahui Ernst berada di ruangan Ahrum.


Ahrum dan Ernst sedang berbicara
apa yang mereka bicarakan iya?

Setelah bertanya, ternyata mereka sedang berencana utntuk saling bekerjasama agar bisa naik tahta. Mereka membuat janji "Jika salah satu dari mereka terbukti korupsi, maka salah satu yang lain akan membunuh yang lainnya".

Setelah pembicaraan itu, Ernst kembali ke ruanganya. Lalu Ahrum berkata kepada ksatria, bahwa ada 1 orang dari keluarga Walter (keluarga Ahrum) yang datang untuk berkunjung, tetapi dia belum menemuinya. Oleh karana itu, Ahrum meminta ksatria untuk mencari keluarganya tersebut yang katanya sudah berada di salah satu ruangan di dalam kastil. Ciri-cirinya adalah dia menggunakan jubah dari keluar Walter.

Konspirasi Keluarga Richard Dengan Keluarga Walter
Setelah berkeliling mencari orang yang dicari olah Ahrum, akhirnya ksatria itu sampai pada suatu ruangan di dekat pintu rahasia. Setelah itu dia masuk ke dalam ruangan tersebut.


Walapun ragu-ragu
tetapi harus dicoba

Tidak disengaja, ksatria itu mendengar percakapan dari 2 orang utusan keluarga yaitu keluarga Richard dengan keluarga Walter (ini orang yang dicari Ahrum). Mereka berencana untuk meracuni pangeran Ernst agar Ahrum dapat naik tahta, padahal pangeran Ahrum sangat mendukung Ernst untuk menjadi Raja baru.

Konspirasi ini dilakukan agar tahta selanjutnya (setelah keluarga Walter) dipegang oleh keluarga Richard. Simpelnya seperti ini, setelah keluarga Walter (Ahrum) menguasai tahta, pasti tahtanya akan berakhir, nah setelah itulah maka giliran keluarga Richard (Poe) yang naik tahta.


Mereka berdua beranjak pergi
ketika mengetahui ksatria datang ke ruangan tersebut

Setelah mendengar percapakan dari 2 orang tersebut, ksatria segera pergi ke ruangan pangeran Ahrum untuk mengatakan yang dia temukan mengenai konspirasi 2 keluarga yang merencanakan pembunuhan pangeran Ernst. Tetapi apa yang dilakukan oleh Eigen Ahrum setelah mendengar informasi dari ksatria? Ahrum merasa terpukul dengan pengakuan dari ksatria dan mengusir ksatria keluar dari ruanganya, karena ingin sendiri.


Sangat sulit untuk mengatakanya
tetapi harus dilakukan

Setelah diusir keluar, terdengar suara Ahrum dari dalam yang berteriak menyesali nasibnya. Dia berteriak "SIAAAL, ternyaat semua ini hanyalah skenario keluarga. Leluhurku Schmidtz, apa yang akan kau lakukan ketika berada dalam situasi seperti ini? Tidak... bukan seperti itu, tetapi pertanyaanya adalah... Apakah kau juga dimanfaatkan oleh orang lain dalam konspirasi kerajaan ini?".


Ksatria mencoba memahami perasaan Ahrum
siapa yang tidak kecewa, bila mengetahui bahwa sedang diperalat
apalagi oleh keluarga sendiri

Langkah terakhir yang diputuskan oleh ksatria untuk mencegah konspirasi 2 keluarga itu terwujud adalah dengan memberitahu kepada pangeran Ernst, bahwa ada orang yang ingin meracuninya. Tetapi... setelah masuk ke dalam ruangan pangeran Ernst, ksatria merasa ragu untuk mengatakan yang sesungguhnya.

Karena saat dia mencoba berbicara kepada Ernst, pangeran tampak mengkhawatirkan Ahrum, karena belakangan ini sahabatnya itu tampak berbeda dari biasanya. Dengan penuh harapan Ernst mengatakan bahwa "Ahrum pasti akan kembali ke keadaan semula".


Ksatria ragu-ragu untuk mengatakan yang sesungguhnya
takut hubungan antara Ernst dan Ahrum menjadi buruk
jika Ernst mengetahui yang sesungguhnya

Ksatria memutuskan untuk tidak melanjutkan pembicaraanya dengan pangeran Ernst, ksatria itu memutuskan untuk kembali ke ruangan Ahrum, walau diusir sekalipun.

Malam sudah larut, ksatria memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu, untuk menyegarkan pikiranya setelah bergumul dengan konspirasi kerajaan yang sangat rumit itu.

Keesokan Harinya
Ketika ingin memasukin ruangan Ahrum, terdengar suara dari dalam, sepertinya dia sedang berbicara kepada pangeran Ernst. "Tidak... ini tidak baik. Aku akan menjadi Raja? Tidak seharusnya aku menjadi Raja" kata Ahrum. Lalu dia melanjutkan perkataanya "Ern... Kamu tidak boleh lupa arti dari Raja yang sesungguhnya".

Mendengar percakapan dari dalam ruangan tersebut, ksatria mengambil keputusan bahwa sebenarnya Ahrum sangat menginginkan pangeran Ernst yang naik tahta, tetapi keluarga memaksa Ahrum untuk naik tahta dengan bekerja sama dengan keluarga Richard.

"Waaah, sangat rumit sekali hidup ini", kata ksatria sambil mengacak2 rambutnya.


Ksatria sudah memutuskan
kandidat terbaik untuk menjadi Raja baru Rune Midgard

Peninjauan Kembali
Pekerjaan yang dianggap selesai oleh ksatria, ternyata belum selesai. Karena Inspector kerajaan merasakan ada yang aneh dengan perilaku dari para pangeran, maka diharapkan Tim Penilai (hanya ksatria itu, sedangkan yang lain sudah dipecat karena tidak kerja) untuk meninjau kembali para pangeran tersebut. Untuk memastikan, siapa yang terbaik untuk naik tahta.


Dengan berat hati
ksatria kembali menilai para pangeran tersebut
demi Rune Midgard yang lebih baik

Kejahatan Pangeran Ahrum
Apa yang sebenarnya terjadi dengan Ahrum, tampaknya dia sangat membenci semua pangeran yang menjadi kandidat. Apakah dia merasa terpojok dengan perlakuan para pangerann tersebut?
  1. Pangeran Erich
    Secara mengejutkan, pangerah Ahrum berada dalam ruangan pangeran Erich, dan dia sedang memaki-maki Erich sebagai orang yang sangat bodoh. Sebenarnya ada apa ini, Ahrum yang awalnya baik, menjadi sangat kasar seperti itu, bahkan dia mengancam Erich jika dia tetap berambisi naik tahta.


    Ahrum yang sedang memaki-maki Erich
    hal tersebut akan menurunkan karismanya sebagai kandidat

  2. Pangeran urugen
    Semakin aneh saja, Ahrum juga mengunjungi ruangan pangeran Urugen dan dia juga memaki-maki Urugen sebagai orang yang sangat kotor, tidak ganteng (secara, yang ganteng kan penulis, hahah) dan tidak pantas untuk menjadi seorang Raja. Tidak terima dengan ucapan Ahrum, Urugen menjadi marah dan membela dirinya.

    Tetapi Ahrum semakin tidak sopan, dia berkata "Jika kau tidak suka, apa yang bisa kau lakukan Urugen? Membunuhku? Hahaha...". Kalimat dari Ahrum semakin membuat Urugen kesal, untung hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari, setelah itu Ahrum pergi dari ruangan Urugen dengan wajah yang geram.


    Ahrum semakin tidak sopan
    kata2nya tidak mencerminkan bahwa dia pantas untuk menjadi Raja

  3. Pangeran Eigen Ahrum
    Keesokan harinya, ksatria berkunjung ke ruangan Eigen Ahrum.

    Tendengar suara dari dalam, yaitu penyesalan Ahrum atas semua yang terjadi saat ini. Walaupun memaksa masuk, tetap saja ksatria diusir keluar. Iya sudahlah, menjadi alat untuk konspirasi keluarga memang sangat menyakitkan hati siaapun yang menjalaninya.

    Lanjut saja ke ruangan lain untuk penilaian ulang.

  4. Pangeran Helmut
    Helmut adalah orang yang menyukai militer, saat itu Ahrum tiba-tiba masuk ke ruangannya. Dia langsung memaki-maki Helmut dengan ungkapan 'Gila perang'. Helmut yang tidak menyukai perkataan Ahrum mengajaknya bertarung untuk menyelesaikan masalah ini, tetapi Ahrum menolak.


    Semakin kesal dengan perlakuakuan Ahrum yang tidak mau diajak bertarung, Helmut mengumpatnya dengan ucapan 'Pengecut'. Tetapi Ahrum tidak terpancing, dia mengatakan "Aku memang pengecut, tetapi aku lebih baik darimu yang hanya seorang gila perang".

    Dengan senyuman licik, Ahrum pergi meninggalkan ruangan pangeran Helmut. Ksatria segera menenangkan pangeran Helmut agar dia tidak terlalu memikirkan perkataan Ahrum tadi. Ksatria menjelaskan, mungkin ada sesuatu yang terjadi dalam dirinya, perlakuan buruk juga diterima oleh pangeran lain, dan sahabatnya yaitu pangeran Ernst tidak mngetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Ahrum..

  5. Pangeran Poe
    Khawatir dengan keselamatan pangeran lain, ksatria segera menuju ruangan pangeran Poe. Ternyata dugaannya benar, Ahrum sudah berada di dalam ruangan Poe. Tetap dengan kata-kata hinaan dan kasar terhadap kandidat lainnya. Sangat membingungkan, Ahrum mengatakan hampir ke semua pangeran bahwa mereka tidak layak untuk naik tahta, termasuk Poe dari keluarga Richard.


    Ksatria mendengarkan berbincangan yang terjadi antara Ahrum dan Poe
    namun, tidak sempat mendengarkan dari awal

    Ketika mengetahui ksatria datang, Ahrum langsung berlari meninggalkan ruangan, arahnya adalah ke ruangan pangeran Peter yang berada di ujung lorong. Khawatir dengan apa yang terjadi nanti, maka ksatria itu mengejar Ahrum dan berteriak "Tunggu Ahrum, kau harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi".

  6. Pangeran Peter
    Sesampainya di ruangan pangeran Peter, Ahrum sedikit mencurahkan isi hatinya kepada Peter. Berbeda dengan pangeran-pangeran lain yang dihinanya. Peter adalah pangeran yang bijak dan rendah hati, dia berhasil membujuk Ahrum untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Hanya saja Ahrum tidak menjelaskan dengan jelas, Ahrum hanya mengatakan sedang dikendalikan oleh susuatu, tetapi tidak menjelaskan dengan jelas apa itu.


    Ahrum berbicara dengan Peter
    tetapi tidka menghinanya

    Ahrum mengatakan kepada Peter tentang gadis yang dihadiahi seikat bunga olehnya, tetapi yang mengantarkan adalah sang ksatria. Jadi Ahrum menyarankan agar Peter sendirilah yang seharusnya memberikan bunga itu, bukan orang lain.

    Ahrum tidak berkata kasar kepada Peter, dia hanya mengatakan agar Peter lebih berani untuk mengungkapkan perasaanya kepada orang lain. Setelah itu Ahrum pergi meninggalkan ruangan pangeran Peter.

  7. Pangeran Ernst
    Satu ruangan yang belum dikunjungi oleh ksatria yaitu pangeran Ernst, karena menganggap Ahrum tidak mungkin melakukan hal yang buruk terhadapnya. Tetapi untuk penilaian ulang kandidat, dia harus tetap mengunjunginya. Maka ksatria bergegas ke ruangan Ernst.


    Ternyata Ernst adalah yang paling akhir dikunjungi oleh Ahrum. Dia mengingatkan tentang janji mereka kemarin, "Bagi siapaun yang terbukti korupsi maka yang lain harus membunuh yang lainnya".

    Ksatria yang baru masuk ruangan, membuat percakapan mereka terhenti. Lalu Ahrum meninggalkan ruangan, sama seperti yang sudah-sudah. "Apa yang kau bicarakan dengan Ahrum tadi?" tanya ksatria kepada Ernst penasaran. Tetapi dia tidak menjawab apapun, Ernst hanya terdiam. Ksatria memutuskan untuk bertanya langsung kepada Ahrum apa yang sebenarnya dia katakan kepada Ernst, lalu kembali ke ruangan Ahrum dengan rasa penasaran, dengan mengajak Ernst ikut serta.

Ketika memasuki ruangan Ahrum, terjadi berdebatan antara Ernst dan Ahrum. Ahrum menginginkan Ernst yang menjadi Raja baru, dan berulang-ulang dia mengatakan seperti itu. Hingga pada akhirnya, Ahrum menginginkan agar Ernst membunuhnya. Dengan cara itu, maka Ernst akan memiliki kesempatan lebih besar untuk naik tahta.

Pangeran Ernst semakin bingung dengan keinginan Ahrum yang tidak masuk akal, dan menginginkan agar dia mengubah kendapatnya. Tetapi Ahrum tetap bersikeras, dan memberikan Bazerald (pisau keluarga Walter) kepada Ernst dengan cara melemparkanya ke udara. "Bunuhlan aku, maka kau akan menjadi Raja", kata Ahrum kepada Ernst.

Tetapi Ernst tidak mau melakukanya, dia berkata bahwa semuanya bisa diperbaiki tanpa mengorbankan siapapun. Ernst yakin mereka bisa mencari solusi yang lebih baik. Hanya saja Ahrum tidak berfikir demikian, karena Ernst tidak mau membunuhnya, maka Ahrum mendekati Ernst, lalu Ahrum memegang tangan Ernst yang sedang memegang Bazerald, kemudian menusukanya Bazerald yang sedang dipegang Ernst ke tubuhnya.


Ksatria yang menyaksikan perbuatan Ahrum
sangat menyesal

Dalam konsidi sekarat dan terbata-bata, Ahrum memohon kepada ksatria agar tidak menceritakan yang sesungguhnya kepada Inspector. Dia menginginkan kalau ksatria menjelaskan bahwa Ernst meakukan ini (membunuh) untuk mencegah Ahrum ketika ingin melakukan kejahatan besar, maka itu akan menaikan penilaian dari Inspector untuk pangeran Ernst.

Dengan berat hati dan penuh air mata sang ksatria tangguh tetapi so sweet itu menyetujui permohonan dari Ahrum "Baiklah, aku tidak akan mengatakan yang sesungguhnya". Pada akhirnya Ahrum meninggal dengan wajah bahagia, tetapi Ernst sangat sedih mengetahui hal itu. Setelah itu, ksatria dan Ernst memanggil pengawal untuk membereskan jasad Ahrum dan mengembalikan ke keluarga Walter.

Kosnpirasi dibalas dengan konspirasi, dunia ini memang sangat kejam.


Ksatria bingung dengan pengalaman yang didapat kali ini
persahabatan yang aneh

Laporan Terakhir
Tugas ksatria sudah selesai, dia sudah meninjau kembali para pangeran yang menjadi kandidat. Bahkan dia menceritakan kronologis yang diinginkan oleh Ahrum agar Ernst mendapat nilai tambah akibat berhasil mencegah Ahrum untuk melakukan kekacauan (kasihan Ahrum, mengorbankan diri demi sahabatnya Ernst).

Mendengar apa yang diceritakan oleh ksatria mengenai sikap kepahlawanan pangeran Ernst, Inspector sangat terkejut. "Apa... Aku tidak percaya, jadi dengan tangan sendiri Ernst telah mengagalkan rencana jahat pangeran Ahrum...".

Nampaknya tidak ada ekspresi kecurigaan di wajah Inspector, dia hanya terkagum2 dengan apa yang telah dilakukan Ernst. Inspektor memohon agar ksatria merahasiakan kejadian ini (pemilihan kandidat penerus tahta Rune Midgard), agar tidak terjadi kepanikan dalam masyarakat.

Pengalaman yang sangat berharga telah didapatkan oleh ksatria itu. Saat ini RUne Midgard tinggal menunggu keputusan dewan mengenai hasil dari penilaian Inspector.

Semoga yang terbaik yang dipilih dan pengorbanan Ahrum tidak siasia, ternyata Ahrum yang berperilaku aneh selama ini adalah karena ingin membuat Ernst terlihat sebagai pahlawan agar Ernst mendapatkan nilai lebih dari Inspector dalam penilaian kandidat.


Akhirnya mengerti
kenapa Ahrum menjadi aneh seperti itu

terkadang, persahabatan memang aneh. Mengorbankan nyawa demi yang lain bukan sesuatu yang sulit. Ditambah lagi dengan tingkat stress karena mengetahui bahwa dirinya sudah dimanfaatkan oleh kelompok lain demi keuntungan pribadi.

- TAMAT -

Cerita ini terinspirasi oleh quest Successor to the Throne, untuk anda yang ingin mengetahui ceritanya secara langsung, silahkan ambil quest-nya, dan rasakan sendiri konspirasi tingkat tinggi yang terjadi dalam pemilihan kandidat penerus tahta Rune Midgard yang sangat bergengsi.

Happy RO ^^

No comments:

Post a Comment

Optimaks.com The Otaku OPTIMAKS design by Kaizen Template